HOME

Chat

Bookmarks

User

Mail

Videos

Contact

Mobile

Archive

Tutorial Komputer

Kata Mutiara

Terjemah

kegiatan santri

Portfolio

Artikel

Terjemah Imrithi

بسم الله الرحمن الرحيم
1.  اَلحَْمْدُللهِ الَّذِى قَدْ وَفَقَ  $  لِلْعِلْمِ خَيْرَ خَلْقِهِ وَللِتُّقَى
Segala puji bagi Alloh yang Maha  #
Penolong mahluq dengan ilmu dan taqwa
2.  حَتَّى نَحَتْ قُلُوْبهُمْ لِنَحْوِهِ $  فَمِنْ عَظِيْمِ شَأْنِهِ لَمْ تَحْوِهِ
Hingga hatinya menuju kepadaNya  #
Tanpa dapat memuat kebesaranNya
3.  فَاُشْرِبَتْ مَعْنَى ضَمِيْرِ الشَّانِ  $  فَأُعْرِبَتْ فِى اْلحَانِ بِاْلاَلْحَانِ
Kalimat tauhid dimasukkan hatinya  #
Lalu hati bergembira sepenuhnya
4.  ثُمَ الصَّلا َ ةُ مَعْ سَلاَمٍ لاَئِقِ  $ عَلَى النَّبِيِّ اَفْصَحِ اْلخَلاَئِقِ
Sholawat salam tercurah pada Nabi  #
Yang berpredikat Afshohil kholaiqi
5. مُحَمَّدٍ وَالاَلِ وَاْلاَصْحَابِ  $  مَنْ َاتْقَنُوا الْقُرْاَنَ بِاْلاِعْرَابِ
Muhammad, Keluarga dan sahabatnya  #
Mereka mengkaji al-Qur’an kitabya
6. وَبَعْدُ فَاعْلَمْ اَنهُ لمَّّا اقْتَصَرْ  $ جُلُّ اْلوَرَى عَلىَ اْلكَلاَمِ مُخْتَصَر
Setelah itu kini perhatikanlah !  #
Ringkasan ulama’ ahli kalamiyah
7. وَكَانَ مَطْلُوْباً اَشَدَّ الطَّـلَبِ  $  مِنَ اْلوَرَىْ حِفْظُ الِّسَانِ اْلعَرَبِى
Walau sulit ringkasan ini terbukti  #

Menjaga lisan arab, ya..dari Ahli...............


Hadist 11


Dari Ja’far bin Muhammad dari ayahnya dari kakeknya beliau (kakeknya) berkata sayyidina Ali menceritakan pada saya: setelah beliau berada di hadapan nabi Muhammad s.a.w. beliau kembali kerumahnya sehingga beliau masuk dan bertemu Fatimah putri Rosulullah, maka beliau melihat fail sayyidah Fatimah sedang duduk dan Salman Al Farisy berada di hadapanya  sambil menata bulu sedang sayyidah Fatimah dalam keadaan menenun, kemudian sayyidina Ali berkata: wahai perempuan yang paling mulia apakah engkau mempuyahi makanan untuk suamimu (sayyidina Ali) lalu beliau menjawab: demi Allah saya tidak punya apa-apa tetapi disini ada enam dirham yang diberi oleh Salman dan hendak saya belikan makanan untuk Hasan dan Husain R.a, maka sayyidina Ali berkata kepadanya: wahai perempuan yang paling mulia berikanlah uang itu padaku , lalu beliau beliau menaruh uang tersebut di telapak tangan sayyidina Ali kemudian beliau keluar untuk membeli makanan, maka ketika beliau keluar beliau bertemu dengan orang laki-laki yang berdiri sambil berkata: barang siapa yang mau menghutangi allah yang mengasihi juga kemudian mendekati laki-laki tersebut lalu meberikan uang enam dirham tersebut padanya , lalu Sayydina Ali masuk kerumah Fatimah dengan keadaan tanggan kosong, ketika sayyidah Fatimah melihat dalam keadaan tangan kosong beliau menangis oleh karena itu sayyidina ali berkata: wahai perempuan yang paling mulia apkah yang menyebabkan kau menangis beliau menjawab wahai anak paman Rosullah apa sebabnya engkau kosong tangan? Beliau menjawab wahai perempuan yang paling mulia saya menghutangi Allah dan Syyidah Fatimah :saya setuju lalu Syyidina Ali keluar untuk menemui nabi, maka ketika beliau keluar beliau bertemu dengan orang bangsa Arobiya yang memebawa unta yang di tuntun lalu orang tersebut mendekati sayyidina Ali dan berkata : wahai ayahnya Huasain belilah unta ini dariku beliau menjawab: saya tidak punya apa-apa, dia berkata lagi: saya menjualnya secara tempo(tidak secara langsung) beliau berkata: berapa harganya, dia menjawab: seratus dirham beliau berkata: ia saya beli. Ketika beliau membelinya beliau bertemu dengan orang arabiyyah yang lain: orang itu berkata: wahai
ayah Husain apakah engkau menjual unta ini, beliau menjawab: ya, orang terssebut bertaya lagi: berapa harganya, beliau menjawab taiga ratus dirham lalu dia berkata: iya saya membelinya, maka ia membayar secara kontan, kemudian ia mengambil kendalinya lalu sayyidina Ali memberikan padanya, oleh karena itun beliau kembali ke rumah Sayyidah Fatimah, Melihat Sayyidina Ali Beliau lalu terseyum sambil berkata: apa ini wahai ayhnya Hasan ? beliau menjawab: saya membeli unta secara tempo dengan harga 100 dirham dan saya menjualnya lagi secara kontan dengan harga 300 dirham, lalu sayyidah Fatimah berkata: enkau benar-benar memberikan pertolongan, kemudian sayyidina Ali keluar dari hadapan Sayyidah Fatimah menuju Ke nabi  SAW, ketika beliau masuk dari pintu Masjid nabi melihatnya sambil terseyum. Ketika beliau datang sambil mengucapkan salam pada nabi, maka nabi menjawabya dan berkata : wahai ayah hasan apakah enkau tahu tentang orang arobi yang menjual onta padamu dan orang arobi yang membeli onta darimu, maka sayyidina Ali menjawab: Allah dan rosulnya lebih tahu, maka nabi menjawab dan berkata: keberuntungan bagimu sungguh kamu beruntung, sungguh kamu beruntung,  wahai Ali berikanlah hutang tiga ratus dirham hanya karena Allah, maka Allah akan memberikan 300 dirham padamu sebagai ganti tiap dirhamnya 50 dirham, adapun yang pertama itu malikat Jibril dan sedangkan yang terakhir adalah malikat Isrofil dan pada riwayat yang lain ada yang mengatakan bahwa yang pertama adalah malikat Jibril dan sedangkan yang terakhir adalah Malaikat Mika’il (hadist yang lain) di dengar dari sayyidina Ali r.a sesungguhnya beliau berkata Rosullah s.a.w bersabda: shodaqoh ketika kekuar dari tangan pemiliknya maka sampai di tangan Allah sebelum sampai pada tanganya orang yang meminta maka shodaqoh tersebut berbicara dengan 5 kalimat: saya itu kecil maka kamu membesarkanku, saya sedikit maka kamu memperbanyak aku, saya itu musuh maka kamu mencintai aku, saya itu rusak maka kamu menetapkan dan menjaga saya maka sekarang menjadi saya yang  menjaga kamu: diriwayatkan Makhul Asy Syani, nabi bersabda : ketika orang mu’min memberikan shodaqoh maka orang mu’min tersebut berarti ridho dengan shodaqoh dan neraka jahannam berkata ya tuhan ijinkanlah aku untuk bersujud syukur padamu maka saya memerdekakan satu orang dari ummat Muhammad dari siksaku karena saya malu pada Muhammad s.a.w, atas siksaan salah satu dari umat Muhammad dan pasti bagi saya untuk to’at dan ayat ini hilang atas fadhillah shodaqoh, ambillah harta orang-orang mukmin untuk shodaqoh yang mana kamu bisa suci diatasnya, dan bisa membersikanmu dan semoga rohmat ta’dim atas orang mu’min: sesungguhnya  rohmat ta’dhim itu bisa menenangkan pada orang mu’min adapun Allah itu adalah yang maha mendengar dan mengetahui. Allah mengetahui, adapun do’amu dan pengasihanmu itu bisa menenangkan orang mu’min. Sesungguhnya Allah ta’ala itu pasti menerima orang-orang mu’min “Allah berkata apakah orang mu’min tidak tahu sesungguhnya Allah itu dzat menerimah taubat dari hamba-hambah Allah dan Allah mengambil shodaqoh kemudian Allah menerimanya sebagaimana rosul S.A.W. dan diceritakan dari Abdillah bin Umar r.a pada ayat ini diturunkan barang siapa beramal seberat semut pudak yang bagus maka orang tadi akan mengetahuinya, saya berkata: wahai tuhan adapun berat berat semut pudak itu lebih sedikit dalam haqnya umat. Allah bersabda sesungguhnya saya menganggap semut pudak itu lebih sedikit kemudian kebaikan satu yang menenangkan itu pasti di kasihani Allah ta’ala adapun kaum diberi ganjaran 2 kali sebagaiman kaum yang sabar, saya berkata ya rob adapun kebagusan ini lebih sedikit dalam haq umat, Allah bersabda adakah sebelas kebagusan itu

sama dengan kalam Allah.
bersambung...................

Terjemah Usfuriyah Hadits Ke Empat : Keutamaan Orang Alim


        Diceritakan dari Ibrahim dari Alqamah dari Abdullah bin Mas'ud ra. Ia berkata: “Rasulullah Saw. bersabda: “Barangsiapa yang belajar satu bab dari ilmu, yang bermanfaat di Akhirat dan  dunianya, maka Allah akan memberinya kebaikan dari umur dunia  yang berupa tujuh ribu tahun puasa di siang harinya dan  qiyamul lail (shalat malam) di malam harinya, yang diterima dan tidak ditolak”.”.
      Diceritakan dari Ibrahim dari Alqamah dari Abdullah ra.  Ia berkata: “Rasulullah Saw bersabda: “Membaca Al-qur'an adalah pekerjaan orang-orang yang dicukupi, shalat adalah pekerjaan orang-orang yang lemah, puasa  adalah pekerjaan orang-orang fakir, membaca tasbih adalah pekerjaan para perempuan, sedekah adalah pekerjaan orang-orang dermawan, berpikir adalah pekerjaan orang-orang  yang lemah. Apakah aku tidak menunjukkanmu pada pekerjaan-pekerjaan pahlawan?” dikatakan: “Wahai Rasulullah, apakah pekerjaan-pekerjaan pahlawan itu?” Nabi menjawab: “Yaitu mencari ilmu, karena sesungguhnya ilmu adalah cahaya orang mukmin di Dunia dan Akhirat”.”.
      Dan Nabi Saw. bersabda: “Aku bagaikan kotanya ilmu dan Ali bagaikan pintunya”. Ketika kaum Khawarij mendengar hadits ini, maka mereka dengki kepada Ali, dan berkumpullah sepuluh lelaki dari pembesar-pembesar mereka. Mereka berkata: ”Sesungguhnya kita akan bertanya padanya (Ali) tentang satu masalah, dan kita akan melihat bagaimana ia akan menjawabnya, dan apabila dia menjawab satu-persatu pertanyaan dari kita dengan jawaban yang berbeda, maka kita mengetahui bahwa sesungguhnya dia adalah seorang yang alim sebagaimana sabda Nabi as.”.
   Lalu datanglah salah satu dari mereka seraya bertanya: “Wahai Ali, apakah ilmu itu lebih utama ataukah harta?” Lalu Ali menjawab: “Ilmu itu lebih utama daripada harta”. Lalu ia bertanya: “Apa buktinya?” Lalu Ali menjawab: “Ilmu adalah warisan para Nabi, sedangkan harta adalah warisan Qarun, Syaddad, Fir'aun dan lainnya”. Maka orang tersebut pergi dengan jawaban ini.
   Lalu datanglah yang lainnya seraya bertanya seperti pertanyaan orang pertama. Lalu Ali ra. menjawab: “Ilmu itu lebih utama daripada harta”. Lalu ia bertanya: “Apa buktinya?” Lalu Ali menjawab: “Ilmu itu menjagamu, sedangkan harta kamu yang menjaganya”. Maka orang tersebut pergi dengan jawaban ini.
   Dan datanglah salah satu dari mereka seraya bertanya seperti pertanyaan orang pertama dan kedua. Lalu Ali ra. menjawab: “Ilmu itu lebih utama daripada harta”. Lalu ia bertanya: “apa buktinya?” Lalu Ali menjawab: “Orang yang memiliki harta itu musuhnya banyak, sedangkan orang yang memiliki ilmu itu temannya banyak”. Maka orang tersebut pergi dengan jawaban ini.
   Dan datanglah yang lainnya seraya bertanya: “Apakah ilmu itu lebih utama ataukah harta?” Lalu Ali menjawab: “Ilmu itu lebih utama”. Lalu ia bertanya: “Apa buktinya?” Lalu Ali menjawab:    “Ketika kamu mentasarrufkan (membelanjakan) harta, maka sesungguhnya harta itu akan berkurang, dan ketika kamu mentasarrufkan (mengamalkan) ilmu, maka ilmu itu akan bertambah”. Maka orang tersebut pergi dengan jawaban ini.
   Dan datanglah yang lain seraya bertanya seperti pertanyaan-pertanyaan orang sebelumnya. Ia berkata: “Apakah ilmu itu lebih utama ataukah harta?“ Lalu Ali menjawab: “Ilmu itu lebih utama daripada harta”. Lalu ia bertanya: “Apa buktinya?” Lalu Ali menjawab: “Orang yang memiliki harta itu dipanggil dengan sebutan pelit atau hina, Sedangkan orang yang memiliki ilmu itu dipanggil dengan sebutan yang agung dan mulia”. Maka orang tersebut pergi dengan jawaban ini.
   Dan datanglah yang lain seraya bertanya dari hal tersebut. Ia berkata: “Apakah ilmu itu lebih utama ataukah harta?” Lalu Ali menjawab: “Ilmu itu lebih utama daripada harta”. Lalu ia bertanya: “Apa buktinya?” Lalu Ali menjawab: “Harta itu dijaga dari pencuri, sedangkan ilmu itu tidak dijaga dari pencuri”. Maka orang tersebut pergi dengan jawaban ini.
   Dan datanglah yang lain seraya bertanya padanya (Ali), lalu ia berkata: “Apa buktinya?” Lalu Ali menjawab: “Orang yang memiliki harta akan dihisab pada hari kiamat, sedangkan orang yang memiliki ilmu akan ditolong pada hari kiamat”. Maka orang tersebut pergi dengan jawaban ini.
   Dan datanglah yang lain seraya bertanya: “Apakah ilmu itu lebih utama ataukah harta?” Lalu Ali menjawab: “Ilmu  itu lebih utama daripada harta”. Lalu ia bertanya: “Apa buktinya?” Lalu Ali menjawab: “Harta itu akan hancur sebab diam yang lama dan berlalunya masa (waktu), sedangkan ilmu itu tidak akan hancur dan tidak akan rusak”. Maka orang tersebut pergi dengan jawaban ini.
   Dan datanglah yang lain seraya bertanya: “Apakah ilmu itu lebih utama ataukah harta?” Lalu Ali menjawab: “Ilmu  itu lebih utama daripada harta”. Lalu ia bertanya: “Apa buktinya?” Lalu Ali menjawab: “Harta itu bisa mengeraskan hati, sedangkan ilmu itu bisa menyinari hati”. Maka orang tersebut pergi dengan jawaban ini.
   Dan datanglah yang lain seraya bertanya dari hal tersebut. Ia berkata: “Apakah ilmu itu lebih utama ataukah harta?” Lalu Ali menjawab: “Ilmu itu lebih utama daripada harta”. Lalu ia bertanya: “Apa buktinya?” Lalu Ali menjawab: “Orang yang memiliki harta itu mengakui kebesarannya sebab harta, sedangkan orang yang memiliki ilmu itu mengakui kehambaannya (kerendahan hatinya). Lalu apabila mereka (kaum Khawarij) menanyaiku dari hal ini, maka aku akan menjawab dengan jawaban yang berbeda selama aku masih hidup”.
      Maka mereka (sepuluh orang Khawarij) itu datang dan masuk Islam seluruhnya.

Select Menu