HOME

Chat

Bookmarks

User

Mail

Videos

Contact

Mobile

Archive

Tutorial Komputer

Kata Mutiara

Terjemah

kegiatan santri

Portfolio

Artikel

Pelatihan Perdana, FKJS Kembali Bangkit


para peserta saat pelatihan berlangsung

Setelah fakum beberapa bulan lamanya, kali ini Forum Kajian Jurnalistik Dan Sastra (FKJS) kembali bangkit dengan beberapa personalia kepengurusan yang baru. Tepatnya hari  jum’at,21 Maret 2013 M. pukul 08:30 WIS organisasi yang mewadahi sekaligus mengembangkan potensi kepenulisan para santri ini membuka pelatihan perdananya di jerambah Ribath Al Ghozali.
 Dalam pelatihan tersebut, para peserta diberi materi pengenalan tentang apa itu jurnalistik dan sastra, sekaligus tentang sejarah FKJS yang telah berdiri sejak tahun 2004 silam. Untuk pertemuan selanjutnya mereka akan diberi  keterangan tentang pengertian dan bagaimana model kepenulisan fiksi ataupun non fiksi seperti cerpen, opini, artikel, novel, berita dan lain sebagainya.
Ada beberapa pembaharuan dalam program pelatihan kepenulisan yang digelar dalam priode tahun ini, diantaranya adalah tempat pelatihan –yang pada tahun sebelumnya berada di salah satu ruang kelas madrasah Tsanawiyah- tersebut dilokasikan secara bergilir di seluruh Ribath, peserta didominasikan kepada beberapa tim redaksi Majalah Dinding (MADING) dari seluruh Ribath, waktu pelatihan yang sebelumnya dilakukan setiap malam jum’at, kali ini di laksanakan pada setiap jum’at pagi dan beberapa pembaharuan lain dalam proses pelatihan. 

Seminar Haidl Untuk Santri Putra, Penting Juga lho...


Langitan- sebuah ilmu yang tidak pernah dipraktekkan oleh santri putra Langitan  bukan berarti ilmu tersebut harus diabaikan begitu saja. Itulah sebabnya OSIS dan ISMA (OSIS-nya MI-MTs) Al Falahiyah menyelenggarakan seminar Haidl, Nifas dan Istihadhoh di gedung Madrasah Aliyah (Darut Tauhid) lantai tiga. Kamis (01/11/2012)
Dengan pemaparan yang begitu gamblang oleh Ust. Muntahal Khoir, sang Tutor, seluruh santri seakan terhipnotis untuk selalu memperhatikan keterangan beliau.
“untuk membahas masalah ini seharusnya dibutuhkan waktu tiga hari lebih, bahkan lima hari. Namun karena seminar ini hanya terbatas dua hari saja, yah kita harus serius mengikuti materinya.”. terang Ust. Muntahal Khoir.

Kegiatan ini memang berlangsung selama dua hari dengan tiga kali pertemuan, yakni kamis malam jum’at seusai jama’ah Maghrib dan dilanjutkan lagi setelah jama’ah isya’  –karena memang seluruh santri diwajibkan mengikuti sholat berjama’ah–  kemudian pertemuan kedua pada hari jum’at pagi sekitar pukul 08.15 WIS s/d 11.00 WIS. Sedangkan peremuan terakhir setelah jama’ah sholat jum’at sampai pukul 15.30 WIS.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 300 peserta dari tingkatan Ibtida’iyah sampai Aliyah. Semula jumlah peserta hanya diperkirakan mencapai 250 orang, namun karena banyaknya para santri yang berminat, peserta jadi membeludak pada acara tersebut.
“kami memang membatasi para peserta, sehingga buku makalah yang kami cetak hanya berkisar 250 saja. Akhirnya kami harus mencetak lagi 70 buku” begitulah kata Ahmad Zamroni Afif, Ketua ISMA.
Hal itu juga mengakibatkan kapasitas gedung tersebut berkurang sehingga setelah jama’ah Isya’, panitia harus menjebol satu sekat lagi yang sebelumnya sudah ada dua sekat dari tiga kelas yang telah dijebol.
Tiga tahun yang lalu seminar Haidl semacam ini juga pernah digelar oleh OSIS dan ISMA. Dan pada tahun ini seminar tersebut digelar kembali mengingat pentingnya ilmu tersebut walaupun bagi seorang pria sekalipun, sebab kelak mereka akan maenjadi suami yang harus menuntun sang istri.
“kebanyakan masyarakat wanita mengalami kekeliruan dalam mengatasi masalah haidl, mereka menganggap yang keluar adalah darah Haidl namun sebenarnya itu adalah darah Istihadhoh. Atau sebaliknya, mereka anggap yang keluar darah Istihadhoh padahal itu adalah darah Haidl. Akibatnya, mereka meninggalkan sholat yang sebenarnya itu diwajibkan, atau melakukan sholat padahal itu diharamkan” begitulah ungkap beliau saat membuka seminar.









Select Menu